JAM PASIR
Jam Pasir Tak pernah terlupa kau tetiba hadir dalam diri yang keras kepala ini, berbica ini itu apapun tentang dirimu, tentangmu aku persilahkan, tentangku aku persilahkan, hingga mata kita terlelap satu sama lain dalam ruang yang beda tapi dalam rengkuh yang sama. Kau terus berputar bagai biangalala pada diri seorang yang keras kepala, kaki melangkah mencari jalan keluar tapi tanganmu beberapa kali juga mencegahnya. Entahlah, yang jelas aku akan menjadi sumber bagi airmu, bara dari apimu dan bumi dari setiap pijakmu Aku adalah kertas kosong yang dulu kamu isi dengan banyak hal, bait-bait puisi indah sering kau tulis disini, mimpi-mimpi hebat pernah terukir disini, bahkan bekas air matamu juga masih tersisa disini, tapi aku hanyalah kertas, beberapa kisah dapat kau hapus dengan mudah, bahkan juga bisa dirobek, dibuang, dibakar atau ditin...