Aku, Kau dan Sriwedari
AKU, KAU, DAN SRIWEDARI Satu langkah pertama untuk mengerti bahwa memilikimu adalah fana tapi mencintaimu adalah nyata. Hampir satu setengah tahun lebih aku mulai akrab denganmu, mencari namamu dalam kelas virtual, mengikutimu di medial sosial, mencari makanan yang kau suka, dan menyapamu dalam akhir doa. Lagi-lagi, perihal melupakan aku adalah orang lemah, lebih lemah dari sang pendatang yang telah lama tidak di telpon mama. Kau sempat menyapaku dengan bangga di ujung lorong, aku sempat menatapmu dari kejauhan. Persis hari ini, aku dengar kabar bahwa kau masih baik-baik saja disana, tidur dengan dekapan hangat mimpi indahmu, bangun dengan tegap langkahmu. Binar matamu masih sama...