Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

SEBILAH CERMIN

                                                              SEBILAH CERMIN              Cermin mulai kuletakan di sudut hati, sembari menunggu kapan engkau dan aku bisa saling menatap, bolehkah aku gunakan cermin itu untuk melihat bahwa diri ini masih banyak kurangnya dan jauh dari kata sempurna? Memilikimu bukanlah entitas kemustahilan, melainkan adalah hal yang selalu aku usahakan. Hai lentera? apa kabar? aku dengar kau akan selalu baik-baik saja di sana. Lentera seperti engkau akan terus menjadi pelita di antara remangnya gulana, temaramnya malam tanpa celah, dan selalu menjadi cahaya bagi dia yang mulai kehilangan arah. Kabar baik bagimu, sekarang aku selalu menyapamu di ujung malam, saat kau lelap da...

REMBULAN PERTAMA

                                                                                 REMBULAN PERTAMA Semburat rembulan kembali menepi di ujung kegelapan. Hadirnya yang dianggap sebagai niscaya bagi sebagian orang, kini telah menjadi usang. Rembulan pertama hari ini meredup, tapi aku harap jiwamu terus menyala, walaupun kecil setidaknya jiwamu tidak pernah mati. Rembulan hadir dalam temaram yang menyelimuti, menjadi satu-satunya binar yang mengantarmu pada mimpi, jutaan mimpi yang bersemayam dalam tidurmu, entitas mimpi yang juga akan ikut bangun ketika kau membuka mata. Lahir dan tumbuhlah dengan jiwamu, mati dan hiduplah dengan caramu.      Banyak hal pertama yang jauh dari kata sempurna, bicara pertamamu tidak langsung membuat o...