SEBILAH CERMIN
SEBILAH CERMIN Cermin mulai kuletakan di sudut hati, sembari menunggu kapan engkau dan aku bisa saling menatap, bolehkah aku gunakan cermin itu untuk melihat bahwa diri ini masih banyak kurangnya dan jauh dari kata sempurna? Memilikimu bukanlah entitas kemustahilan, melainkan adalah hal yang selalu aku usahakan. Hai lentera? apa kabar? aku dengar kau akan selalu baik-baik saja di sana. Lentera seperti engkau akan terus menjadi pelita di antara remangnya gulana, temaramnya malam tanpa celah, dan selalu menjadi cahaya bagi dia yang mulai kehilangan arah. Kabar baik bagimu, sekarang aku selalu menyapamu di ujung malam, saat kau lelap da...