Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

BEJANA

  Bejana Semalam aku dengar kabar bahwa bumi sedang diterpa hujan angin, dibalik pintu kamar aku selalu berdialog dengan khidmat walau aku tau itu hanya satu arah, setelah berdoa untuk beberapa petualangan selanjutnya, tak lupa aku juga mendoakanmu baik-baik saja disana. Setelah selesai bercengkrama dengan unjung langit, aku terduduk diam di atas tempat tidur dengan kepala menatap tanah untuk menghindari gravitasi rebah. Setelah hujan reda, kakiku bergegas melangkah keluar, kalau kata orang” Dilangit yang engkau tatap, ada rindu yang aku titip” namun kataku,” Di ruang yang engkau rengkuh, ada harap yang aku taruh” entahlah. Hingga pada akhirnya waktu menimbunku dengan debunya, yang perlahan membuatmu sama sekali tidak mengingatku. Aku tidak tahu lagi kau ada dimana, sudah lama kita tidak saling menyapa, apa kau masih sama dengan sifatmu dulu yang bertahan dalam keangkuhan dan tak mau menjadi yang pertama dalam mengucap salam. Dahulu kala kau datang dengan sebuah bejana halus ...