JALAN PANJANG
JALAN PANJANG
Perlahan langkah-langkah
kecil yang kujalani mengarah pada cahaya dingin di ujung sana. Cahaya dingin
yang selalu memberi harapan bahwa aku bisa untuk mendapatkannya
Dalam sebuah perjalanan
panjang, langkah kecil yang dijalani setiap hari lebih berarti daripada langkah
besar yang ditempuh sesekali. Tak pernah ada langkah yang sia-sia, meski belum
dekat dengan kata sampai setidaknya masing-masing dari kita terus mengusahakan.
Jika cintamu terlalu jauh, masih sanggupkah hadirmu akan aku rengkuh. Aku
adalah orang yang yakin dan percaya bahwa apa yang kutempuh bukanlah suatu hal
yang sia-sia. Banyak makna hidup dan hati yang aku ilhami selama mengenalmu
sejauh ini. Berani menjadi lebih baik dan berani menjadi diri sendiri.
Binar matamu seakan tak
bisa lepas dari dimensi pikiran, candamu selalu bisa mewarnai hati yang sedang
sunyi, dan hadirmu di ujung malam akan selalu menjadi memori yang tak terganti.
Jika ada diksi yang pantas untuk mengutarakan cantikmu, maka tidak ada yang
lebih indah dari namamu sendiri. Menerimamu kurang dan lebihnya, mencoba
mengerti tentangmu seutuhnya. Pagi yang dingin di musim kemarau akan terasa
hangat ketika terdengar kabar tentangmu baik-baik saja di sana. Bangkit dari
tidurmu diiringi harapan untuk mengejar segala mimpi yang kau ceritakan malam
itu. Aku hadir di sela-sela langkahmu, aku hadir di setiap tawa dan candamu,
dan jangan sampai aku tidak pernah hadir dalam setiap lukamu.
Langkah kecil yang kita
jalani mungkin tak terlihat di mata orang lain, dalam sebuah perjalanan panjang
yang kita tempuh terkadang hanya ada kita dan sepi. Sendiri, jauh dari kata
ramai atau kadang tetap merasa sepi di tengah keramaian. Beradu doa dengan
orang ego kita yang mulai tak percaya apakah ini jalan yang tepat atau justru
jalan yang kita tempuh hari ini adalah langkah awal menuju kehancuran. Patung
yang kita lihat cantik hari ini tidak dibuat dalam satu malam, ukiran yang
terlihat detail tidak pernah dibuat dalam satu waktu. Ada proses pemahatan yang
panjang, dibuat dengan peluh yang menetes, tidur yang kurang, serta mata yang
berkunang. Begitu juga dengan kita yang sedang masih dalam perjalanan panjang
dalam penciptaan jati diri. Sering hilang arah bukan karena tak hafal jalan, tapi kehilangan arah karena memang ini jalan yang pertama kali kita tapaki.
Dalam penggalan lirik lagu yang ditulis oleh Perunggu berbunyi jalanmu kan
sepanjang niatmu bisa jadi adalah jalan kita yang kita tapaki hari ini, bukan
hanya panjang, tapi juga berliku, dan terjal. Hal itu terjadi karena niat kita
juga besar. Perlahan-lahan, nanti juga sampai
Kemarau basah yang kita peluk hari ini mengajarkan kita bahwa kekhawatiran yang kita pikirkan akan kehausan yang panjang tidak terjadi. Petani yang awalnya risau karena takut sawahnya tidak mendapatkan air kini gegap gempita menyambut hujan turun, semua tanamannya tumbuh. Begitu juga dengan kita yang terkadang risau akan jalan panjang yang kita tempuh akan sulit, tapi lagi-lagi pertolongan Tuhan akan selalu datang pada waktu yang tepat. Jalani saja yang terbaik apa yang sedang kau jalani, negara memang sedang berantakan, tapi aku harap perasaanmu tidak. Negara memang lagi gundah gulana, tapi aku harap kau selalu baik-baik saja disana.
Salam
Agung Cahyono Putro
Karanganyar, 21 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar