HADIR
HADIR
Dalam
perjalanan panjang yang kau tempuh aku aku selalu mencoba hadir, baik dalam
bentuk yang dapat kau rengkuh atau dalam doa yang selalu bertaruh. Esok hari
ada salah satu langkah kecil yang akan kau jalani, kecil atau mungkin biasa
bagi beberapa orang, pun mungkin bagimu. Besar atau kecilnya perjuangan yang
kau lalui tidak pernah luput dari doaku. Semoga besok semuanya lancar, dan
semoga besok hasilnya seperti apa yang kau pinta.
Apakah kau tau cerita
tentang bagaimana bunga cantik yang mekar di sebuah taman?
Coba
tengok kembali bunga cantik yang ada di ujung kamarmu, apakah dia tiba-tiba
hadir? tentu tidak. Aku akan bercerita tentang bagaimana bunga itu hadir,
walaupun aku tahu bunga itu telah layu karena kalah dengan parasmu. Bunga yang
kita biasa lihat adalah bentuk tanda kasih dari semesta yang mencintaimu. Dia
ditanam dengan hati yang halus, dipanen secara menerus, dirangkai dengan
serius, dan diberikan untukmu secara tulus. Bunga yang kau terima hari ini
bukanlah sebuah kebetulan, melainkan proses panjang yang harus ditempuh sebelum
akhirnya matamu bisa melihat cantiknya, hidungmu bisa menghirup wanginya, dan
hatimu bisa merasakan hangatnya. Perlu proses yang konsisten, bosan, jatuh,
bangun, bangkit dan akhirnya baru bisa mekar.
Begitu
juga dengan kamu, dalam lika-liku yang kau jalani semoga kau mampu untuk
tumbuh dan mekar seperti apa yang kau mau. Mekar secantik bunga merah jambu
yang kau suka, tanpa takut layu atau kaku karena kau telah tau bagaimana cara
merawatnya. Mekar nan wangi mirip kebaikanmu yang harumnya selalu tercium oleh
banyak orang, konon katanya mereka memanggilmu Ibu Peri bagi anak-anak, tapi denganku
kau boleh menjadi anak-anak. Menari riang di bawah hujan yang tak kunjung reda,
tertawa lepas tanpa ada yang membungkam, atau berlarian di sore hari sambil
menatap langit yang mulai menguning. Bersamaku jadilah dirimu dalam versi
terbaikmu, aku akan hadir dalam waktu yang selalu aku usahakan, dalam temaram
kau punya, sampai bahagia yang kau cita.
Dari
banyaknya jalan panjang kau yang tempuh, kau berhak untuk mendapatkan bahagia
untuk kau rengkuh. Dari situlah aku mencoba hadir untuk menjadi salah satu
alasan bahagiamu. Jam di dinding tak pernah berhenti berdetak tiap detik,
begitupun aku yang tak pernah berhenti belajar untuk mencintaimu dengan cara
yang kau inginkan. Hadir yang tak merungsingkan, memberi yang tak berlebihan,
atau menerima semua nasihat yang kau berikan. Terima kasih telah menjadi teman
hebat bertumbuh dalam episode ini, dalam series hidup yang tak pernah kita
rencanakan pembuatannya dan tak pernah kita sangka sampai di titik ini
penayangannya.
Selamat
berjuang ya untuk proses yang harus kau tempuh esok hari, mimpi dan harapan
yang kau taruh tidak akan pernah pergi kemana-mana, tinggal bagaimana kita tahu
cara mencapainya. Semoga langkah kecil yang kau jalani akan kelihatan hasilnya
di suatu hari nanti. Sebesar apapun cintamu pada suatu hal yang kau inginkan
jangan sampai mengurangi cintamu pada dirimu sendiri, tapi jangan lupa sisakan
sedikit ruang teduh di hatimu, karena di sanalah tempatku pulang dan bermukim.
Surabaya, 7 April 2026
Komentar
Posting Komentar