TEPAT WAKTU
TEPAT WAKTU
Dalam
hiruk-pikuk kehidupan yang tidak pernah berhenti berputar, manusia terkadang
merasa lelah, bosan, bahkan sampai bingung. Sadar atau tidak, bulan Ramadan
selalu datang tepat waktu.
Bagi
beberapa orang dewasa mungkin merasa bahwa Ramadan kali ini jauh berbeda dengan
Ramadan yang kita kenal. Tidak ada lagi kebiasaan dibangunkan sahur oleh orang
tua karena sedang merantau, tidak ada masakan ibu di meja makan karena tinggal
di perantauan, tidak ada jalan pagi bersama teman kecil karena sudah sibuk
masing-masing, tidak ada tidur pagi karena harus segera berangkat kerja, dan
masih banyak lagi yang kita rasa hilang dari Ramadan yang kita kenal.
Sebenarnya Ramadan tidak berubah, kitalah yang tumbuh dewasa yang membuat kita
merasa bahwa Ramadan kali ini berbeda.
Lantas
ketika menjadi dewasa apakah kita kehilangan makna Ramadan yang telah ada?,
tentu tidak. Dalam proses pendewasaan yang kita jalani, kita juga harus
memahami bahwa makna Ramadan lebih dari sekedar senang-senang seperti yang kita
di masa kecil dulu. Kita harus mengerti bahwa puasa adalah sebuah ibadah
sosial. Makan lebih sedikit dari biasanya adalah cara Allah mengajarkan kita
untuk memahami sesama yang makan pun masih sulit, di satu sisi kita terkadang
menghamburkan makanan yang kita miliki. Minum yang lebih sedikit mengajarkan
kita ketika manusia di belahan lain menderita kekeringan. Banyak makna tersirat
yang Allah sampaikan dalam bulan Ramadan. Bahkan orang tua yang sudah tidak
mampu menunaikan puasa harus menggantinya dengan memberi fidyah kepada orang
yang membutuhkan, lagi-lagi dari Ramadan kita diajarkan kebaikan. Lantas
kebaikan apa yang telah kita tebar selama ini ini, atau justru keburukan yang
tidak sengaja kita berikan kepada orang lain?.
Meskipun
Ramadan terasa berat bagi beberapa orang, tapi tetap selalu ada makna yang bisa
kita ambil. Setiap orang tentu memiliki masalah masing-masing yang tidak lebih
besar antara satu dengan yang lainnya, karena Allah memberikan ujian sesuai
dengan kemampuan hamba-Nya. Ada orang yang kesulitan dengan tugas kuliahnya,
ada yang kesulitan dengan tugas akhirnya, ada yang masih sulit untuk mencari
pekerjaan pertama, ada yang berada di lingkungan kerja yang toxic, ada
yang di lingkungan kerja yang sehat tapi dengan gaji yang kecil, ada yang
bergaji besar tapi jauh dari orang rumah, ada yang dekat dengan orang tua tapi
selalu merasa tidak betah, dan ribuan masalah yang tidak pernah usai. Setiap
orang berjuang dengan masalahnya sendiri-sendiri, sudah sepantasnya kita
menjadi orang baik bagi setiap orang yang kita temui. Bantulah saudaramu selagi
kau mampu. Sedih, gelisah, gundah, adalah teman dekat bagi kita, tapi ternyata
Allah jauh lebih dekat dengan kita. Jika kita terkadang merasa jengkel ketika
ada orang yang datang hanya saat butuh, bukankah itu juga yang sering kita
lakukan kepada Allah. Adzan Magrib yang sering kita abaikan sekarang menjadi
hal yang paling kita tunggu. Seringkali kita hanya ingat Allah ketika
terhimpit, kita hanya bersujud ketika kita sudah merasa tidak bisa bangkit
lagi. Bukannya marah, tapi Allah akan selalu menumbuhkan bunga di sela-sela
retakmu.
Ramadan
adalah obat bagi segala sakit yang kita punya, lebih dari itu Ramadan juga
menjadi petunjuk dalam setiap persimpangan yang kita temui. Ramadan kali ini
hadir tepat waktu, sesuai dengan yang kita harapkan. Ramadan seakan menjadi
tempat kita untuk kembali menjadi tenang, tempat kita menjadi kembali yakin,
dan tempat kita kembali merasa hidup. Allah memanggil kita untuk lebih dekat,
Allah menuntun kita untuk selamat. Dunia yang kita kejar hari ini milik Allah,
dariNya kita berasal dan hanya kepadaNya juga kita pulang. Semoga Ramadan kali
ini menjadi Ramadan terbaik kita yang kita miliki. Mendekatlah kepada Allah,
barangkali Allah merindukanmu. Semoga Allah memberimu kemudahan atas segala
usahamu, semoga Allah mengabulkan doamu satu-persatu, semoga kita selalu
dikelilingi orang-orang baik, semoga Allah memberikan langkah kaki yang
ringan, pundak yang kuat, hati yang lapang untuk menghadapi badaimu, yakin dan
percayalah bahwa Allah akan selalu bersamamu.
"Wa ila
rabbika farghab"
"dan hanya
kepada Tuhanmulah engkau berharap".
Q.S Al-Insyirah
ayat 8
Agung
C. P
Karanganyar,
2 Maret 2025
Komentar
Posting Komentar