Sebelum Siapapun Sebelum Apapun
Sebelum
Siapapun Sebelum Apapun
Nama : Agung
Cahyono Putro
NIM :
205120107111015
Berbicara
tentang diri sendiri memang tidak ada habisnya, sesuatu yang kadang kita anggap
sederhana dan sepele, ternyata memiliki arti penting dalam menghadapi keidupan.
Di zaman yang kian dinamis ini, pemahaman terhadap diri sangat penting untuk
mengarugi kejamnya ruang dan waktu yang
makin lama makin misterius. Dulunya kita menganggap pehamahaman diri tidak
begitu penting, hal ini mengakibatkan kita kebingungan ketika dihadapkan dengan
pilihan atau menghadapi sebuah masalah, maka dari itu ada beberapa aspek
penting yang ada dalam diri kita.
Menurut
saya ada empat aspek yang harus kita perhatikan dalam diri, yaitu kelebihan,
kekurangan, ancaman dan tentunya
peluang. Kita harus mengetahui kelebihan dalam diri kita, hal tersebut berguna
untuk menentukan pilihan yang sesuai, jika paham akan kelebihan diri maka kmungkinan
kecilnya kita untuk salah dalam memilih pilihan. Selanjutnya, kita juga harus
mengetahui apa saja kekurangan dalam diri kita, memgetahui kekurangan berarti
kita akan terus berproses, kitaa kan terus bergerak untuk menutup kekurangan
itu. Mengetahui peluang berguna untuk bisa memantapkan pilihan bahwasanya kita
mampu dan kapasitas kita berkompeten dalam bidang itu, sehingga kita lebih
berani mengambil resiko demi gebrakan yang lebih maksimal. Dan yang terakhir
kkta harus mengetahui ancaman dalam diri kita, hal ini berguna untuk
mengantisipasi kemungkinan terburuk dari suatu hal yang kita pilih.
Dalam
hidup semua hal yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan, Allah punya
segalanya tapi Allah hanya memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang
kita inginkan, yang jelas kita selalu diberikan apapun yang terbaik untuk hidup
kita. Dalam konteks percoban, saya sudah banyak mengalami kegagalan dalam
hidup, tapi saya memandang kegagalan sebagai pemebelajaran dalam hidup, sedih
pasti, kecewa jelas, yang terpenting adalah bagaimana cara kita agar dapat
bangkit dari kegagalan itu. Saya masih muda, saya juga pernah dengar pepatah,
habiskan jatah gagalmu hari ini, guna menyongsong keberhasilanmu esok hari. Perlu
kita pahami bahwasanya hidup adalah bagian dari perjungan, sesuatu yang tak
pernah dipertaruhkan maka sesuatu tersebut tidak akan pernah dimenangkan.
Setelah
melalui banyak kegagalan, setelah melalui banyak pertaruhan, terkadang kita
mendapatkan apa yang tidak kita inginkan, hingga tiba disuatu titik kita
berpikir apakah usaha yang selelu kita bumikan masih kurang, lalu kita berpikir
juga, apakah do’a yang kita langitkan tidak sampai. Sebenarnya bukan usaha atau
doa yang salah, tapi memang itu bukan jalanya, semesta selalu punya caranya
sendiri untuk berputar, hari ini kita merasa dibawah sedangkan orang lain
diatas, tapi kita tidak tau apakah esok, lusa atau nanti semua itu akan
berbalik, semesta akan selalu berputar dan yang jelas semesta tak pernah ingkar
janji. Apa yang kita dapat hari ini tetap menjadi yang terbaik dalam diri kita,
gagal itu biasa, sukses itu biasa, yang membedakan adalah presepsi orang lain
terhadap diri kita.
Hal
yang paling penting dalam hidup adalah bersyukur, selama rasa syukur selalu
terucap dalam setiap dinamika kehidupan maka kedepanya kita akan lebih mudah
menerima kenyataan. Dalam menanggapi suatu hal, kita harus selalu memandang ke
bawah, tanpa kita sadari masih banyak orang yang lebih berat bebannya dari
kita, masih banyak orang yang hidupnya lebih rumit dari kita. Jika kita hanya
memandang ke atas dalam segala hal, maka yang ada hanyalah rasa kurag dan
kurang secara terus menerus, sering dengar pepatah bahwasanya rumput tetangga
lebih hijau kan, dari konsep itu kita diingatkan untuk bersyukur dalam apapun
yang kita punya. Jika mensyukuri hal kecil saja kita tidak bisa, lalu bagaimana
kita mensyukuri nikmat yang besar.
Dalam
pertaruhan kehidupan terkadang banyak hal yang harus kita korbankan,mulai dari
tenaga, pikiran dan waktu, hingga terkadang kita sampai lupa akan batas
kemampuan dari diri kita, sekuat apapun diri, sehebat apapun diri akan selalu
ada batasnya. Berjuang itu perlu tapi, secukupnya saja, istirahat itu perlu,
tapi secukupnya saja, semua itu harus simetris. Yang terpenting kita harus
mencintai diri sendiri sebelum mencintai siapapun, kita harus memehami dir
sendiri sebelum kita paham apapun. Diri yang sering anggap kita abai,
kenyataanya punya beberapa hal yang penting, diri harus terus dipahami, diri
harus terus dikembangkan, tapi jangan sampai lupa yang terpenting diri harus
selalu kita cintai. Dimulai dari hal yang sederhana saja, kita perlu
mengistirahatkan diri dari sibuknya kehidupan, kita juga penting megapresiasi
diri bila mencapai suatu target. Utamanya ucap syukur dalam setiap keadaan adalah
pilihan terbaik dalam kehidupan. Bersiaplah untuk segala hal yang ada di depan,
gunakan masa lalu sebagai pemebelajaran dan gunakan masa depan sebagai impian.
Komentar
Posting Komentar