TERIMA KASIH AGUSTUS
Terimakasih
Agustus
Cerita
dibawah ini adalah serangkaian pembelajaran yang dilalui oleh penulis dalam
upaya meraih angan yang sebelumya telah mengudara. Lintas hati, Agustus 2020.
5 Agustus 2020 : Melawan
Ketidakmungkinan
Hari itu terasa hari yang berbeda setelah
masa-masa dimana aku selesai melakukan UTBK, hari itu adalah hari dimana
aku melaksanakan ujian untuk bisa berkuliah di Universitas Indonesia, hehe
klise ya, memang si aku sadar diri juga sebenarnya, memiliki kemampuan akademis
yang standar serta bukan berasal dari sekolah favorit mimpi untuk masuk UI
bukanlah hal yang gampang untuk terwujud, tapi dengan segala keterbatasan aku
mencoba melawan segala asumsi yang, biar bagaimanapun, sesusah apapun itu, yang
namanya angan, harus tersampaikan, sampai disuatu titik aku tetap memberanikan
diri untuk mengikuti SIMAK UI 2020.
Selain keterbatasan akademik aku juga
terbatas akan koneksi internet, pada akhirnya aku menumpang di rumah teman
untuk melaksakan ujian, mendengar kabar seperti itu, teman yang saya tumpangi
dengan senang hati membuka pintu agar aku bisa ujian dirumahnya.
Ujian selesai, tapi tidak untuk do’a yang
akan selalu saya langitkan, aku berharap akan datang sesuatu yang terbaik.
14 Agustus 2020 : Remuk Redam
Pagi telah sempurna, begitu juga yang
segala doa yang telah terucap. Setelah menunggu hampir 40 hari tiba pada hari
penentuan, puncak dari segala usaha akan terjawab hari ini, semua harapan yang
tercurah akan tiba hari ini, tak sabar, takut, senang, optimis, pesimis, semua
ada pada hari ini. Teringat juga perjuanganku dan semua teman-teman dalam
beberapa bulan terakhir ini akan terjawab hari ini, mulai dari sekedar ocehan
iseng mau kuliah dimana, ambil jurusan apa, menjadikan buku dan materi sebagai
sahabat, hingga berusaha memahami materi yang kadang lebih rumit dari sikapmu
belakangan ini.
Sebenarnya pengumuman hasil SBMPTN sudah
bisa dilihat pukul 15:00, namun dengan
berbagai pertimbangan aku berencana membuka ba’da sholat isya. Singkat cerita sepulang
sholat isya aku bergegas membuka pengumuman, dengan semangat dan segala
keraguan yang ada perlahan jemari mulai menarikan nomor peserta dan tangal
lahir, setelah tombol enter ditekan,
muncul tulisan “ JANGAN PUTUS ASA DAN TETAP SEMANGAT” terlihat klise namun
nyata, diri belum bisa menerima keputusan, membuka di laptop sampai tiga kali,
lalu berpindah ke gawai, ternyata hasilnya sama. Aku gagal untuk kali ini
Diluar terdengar suara hujan yang membuat
suasana makin menjadi-jadi, aku juga memutuskan untuk membuka gawai yang sejak
pukul 15:00 aku matikan, puluhan pesan berdatangan, terdengar kabar beberapa
teman sudah dapat meraih asa malam itu, namun tak sedikit juga terdengar
teman-teman yang bernasib sama. Dunia terasa runtuh, namun tidak untuk segala
mimpi yang kian bergemuruh, perjalanan belum selesai.
18 Agustus 2020 : Senyum Bangga
Setelah melakukan ujian pada tanggal 5
Agustus, hari ini adalah pengumuman seleksi mandri masuk UI atau yang biasa
dikenal dengan SIMAK UI, oiya Cuma mau bilang kalau soal SIMAK itu jauh lebih
susah daripada soal SBMPTN, ada juga system jika salah minus satu pada setiap
soalnya. Angan untuk kuliah di UI masih mengangkasa hari ini, pengumuman akan
dilaksanakan pukul 13 : 00, masih ada bayang-bayang kegagalan SBMPTN beberapa hari kemarin membuat hari ini
merasa sungkan untuk membuka pengumuman. Namun hasrat untuk memakai jaket
kuning kebanggan, bertemu dengan teman-teman yang memiliki circle luar biasa masih, serta keinginan untuk menempuh pendidikan
dikampus yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi masih sangatlah kuat. Jam1
siang datang, namun semua harapan itu pergi, permohonan maaf yang disampaikan
UI tak berarti apapun.
Tersirat ada senyum bangga yang terlontar
pada diri, walau gagal setidaknya pernah berjuang untuk berhadapan dengan
segala ketidakmungkinan, “kamu hebat” ucap diri pada jiwa yang kian bersemi.
Terimakasih aku sampaikan pada UI yang telah hadir dalam setiap dalam hidup,
walau hanya sebatas angan. Bila berkenan sampai jumpa taun depan ya. See you.
19 Agustus 2020 : Janggal
Sebelum pengumuman SBMPTN aku sudah
terlebih dahulu untuk mendaftarkan diri pada Ujian Manidiri UNS, semua untuk
berjaga-jaga, mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam hidup. SBMPTN tidak
lolos, SIMAK UI juga ga lolos Mandiri UNS adalah jalan saat itu untuk
melanjutkan kuliah tahun ini, sedianya pengumuman Ujian Mandiri UNS
dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus, namun karena ada kendala server,
pengumuman baru bisa dibuka keesokan harinya pada tanggal 19 Agustus. Setelah
mata terbuka, begitu pula pengumuman nyata, lagi-lagi aku gagal untuk kali
kali, sempat kaget, sedih, kecewa. Nilai UTBK punyaku sudah seharusnya masuk
dalam daftar peserta yang lolos ujian mandiri, uang pangkal dan UKT yang aku
pilih juga nggak rendah-rendah amat, tapi mengapa tidak lolos. Dalam hidup
sesuatu yang kita harapkan belum tentu datang dengan mudah, sesuatu yang kita
impikan bisa saja tiba-tiba hilang. Setelah tulisan ini dibuat akhirnya saya
menemukan alasan kenapa saya tidak lolos di Ujian Mandiri UNS, bukan faktor
nilai, bukan juga faktor uang, ada sebuah faktor X yang simple, sederhana dan
sepele namun besar pengaruhnya. setelah mengetahui itu, akhirnya saya tersenyum
saat saya membuat ini, Allah selalu punya jalan terbaik seseorang agar terus
belajar. ( Maaf untuk alasan kenapa aku nggak lolos Ujian Mandiri UNS gabisa
aku sampaikan disini)
21 Agustus 2020 : Terbiasa
Masih dengan trauma yang sama, hari itu adalah
pengumuman ujian mandiri UNDIP, pendaftaran sudah aku lakukan jauh-jauh hari
juga sebelum pengumuman SBMPTN. Untuk proses seleksi ujian mandiri UNDIP ini
menggunakan jalur rapot. Berat bagi aku sebenarnya, berangkat dengan nilai
rapot yang seadanya, ditambah saya berasal dari sekolah pinggiran membuat
peluang semakin sedikit. Saya sadar dan paham akan hal tersebut. Namun mental
bermain disini, keinginan untuk kuliah yang besar di tahun ini, menjadikan
hambatan adalah omong kosong bagi saya, masih dengan luka kegagalan yang sama.
Kuberanikan diri untuk membuka pengumuman,
“Maaf anda tidak lolos”, terpampang jelas
di depan layar gawai, hasil yang sudah aku duga sebelumnya, kini nyata. Sempat
berfikir, untuk menyerah, sempat memustuskan akan berhenti. Luka belum
mengering, tambah parah, namun harapan dan impian memaksa untuk selalu tumbuh.
Bertahanlah.
Oiya, dalam fase ini masih banyak sekali
teman-teman hebat yang terus berjuang untuk mendapatkan kuliahnya
masing-masing, ada yang rela ikut ujian tulis lagi demi bisa kuliah, padahal
sudah beberapa kali gagal, ada yang rela menguras habis uang tabunganya demi
membayar pendaftaran, ada juga beberapa teman yang mulai memutuskan untuk
menunda tahun depan, ada yang mulai cari info PTS, dan ada juga yang mulai
kehilangan arah. Hai apa kabar kalian hari ini
? semoga baik-baik saja adanya.
24 Agustus 2020 : Penawar
Setelah aku melaksanakan UMPTKIN di tanggal 6 Agustus
2020, hari ini adahal jawaban dari sebuah penantian. Sama sekali tidak ada rasa
semangat untuk membuka, “ palingan ga lolos” kalimat yang selalu terucap secara
lisan atau pun dalam hati, serangkain kegagalan sebelumnya yang membuat membuka
pengumuman ini menjadi biasa saja, tanpa harapan, tanpa semangat, seadanya,
secukupnya, yang jelas sudah pasti siap untuk menjumpai kemungkinan terburuk.
Selepas sembahyang, harapan datang, “
Selamat Anda Lolos di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Program Studi
Sosiologi Agama” lumayan kaget, seneng tapi ya ga seneng-seneng banget. Segera
berkabar pada orang rumah adalah cara terbaik saat itu. Alhamdulilah syukur
terucap sore itu, sedikit menjadi penawar dalam hidup, langit mulai berubah,
namun tidak untuk segala mimpi yang kian terarah.
26 Agustus 2020 : Yaudah
Meskipun sudah diterima di UIN namun keinginan untuk
kuliah di PTN masih sangatlah besar, ada beberapa ujian mandiri yang aku ikuti
dan semua tinggal menunggu hasil yang terbaik. Hari itu adalah pengumuman hasil
seleksi ujian mandiri Universitas Jendral Soedirman, Cuma ada beberapa teman
yang mendaftar di UNSOED membuat aku tidak mengkomunikasikan banyak hal terkait
hal ini. Pada ujian kali ini menggunakan nilai UTBK dan juga ujian rapot, cukup
optimis juga melihat jurusan yang saya pilih memiliki nilai rata-rata UTBK yang
nggak terlalu tinggi saat SBMPTN, selepas sepertiga siang, aku beranikan untuk
membuka pengumuman, dan pada akhirnya tulisan maaf dengan latar belakang merah
kembali muncul, sempat kecewa juga karena tidak lolos. Teros berpikir apa
jalanku di UIN ya, atau masih bisa ditempat lain yaudah lah ya mungkin juga
jalanya.
Pada fase ini saya akhirnya juga kembali
berani membuka media sosial seperti Instagram, youtube dan twitter setelah
beberapa waktu sebelumnya saya memilih rehat usai pengumuman SBMPTN di 14
Agustus 2020.
27 Agustus 2020 : Terimakasih
Setelah sebelumnya gagal di SBMPTN, masih ada jalan
terakhir yang mungkin aku tempuh untuk aku bisa berkuliah di UGM tahun ini,
Ujian Mandiri. Sistem ujian mandiri yang berganti karena pandemi membuat rasa
kecewa sedikit muncul, system tahun ini menggunakan nilai UTBK ditambah dengan
rapot, beda dengan tahun lalu yang harus melakukan tes secara tertulis
lagi.impian dan harapanlah yang membuat jiwa untuk terus bergerak.
Sedikit kurang yakin juga karena berangkat
dengan nilai rapot yang sederhana, ditambah dengan nilai UTBK yang ala kadarnya
membuat peluang untuk lolos sangatlah kecil, selain itu aku juga harus bersaing
dengan kurang lebih 78.000 orang dari seleuruh elemen demi memperebutkan kursi
yang hanya berjumplah sekitar 2.700 saja, berat bukan.
Dalam perjalananya Ujian Mandiri UGM
menjadi ujian mandiri yang diminati selain SIMAK UI, karena memiliki kouta yang
lebih besar dari SBMPTN, karena itu persaingan tiap tahun selau ketat
menghadirkan drama-drama baru. Pengumuman sedianya akan di umumkan tepat jam
delapan malam, namun karena ada sedikit kendala pengumuman akhirnya berubah
menjadi jam 10 malam, belum juga bisa dibuka ada pengumuman bahwa pengumuman
akhirnya pada jam setengah dua belas malam. Tepat pukul setengah 12 akhirnya server pengumuman down, hanya ada beberapa saja yang berhasil mengakses, hingga tepat
pukul setengah dua pagi akhirnya pengumuman baru bisa dibuka, sesegera mungkin
aku membuka, dan akhirnya “ Tidak lulus seleksi mandiri SOSHUM 2020” kecewa,
sedih, hancur, tak terdefinisikan, tak terbatas, waktu itu. Selaras dengan itu,
aku gagal kuliah di UGM tahun ini.
Terimakasih dan apresiasi aku sampaikan
kepada UGM yang telah hadir dalam setiap langkah, telah hadir dalam setiap
mimpi dan telah hadir dalam setiap do’a. Terimakasih juga telah menjadi alasan
untuk terus keras berjuang, terimakasih telah menjadi alasan untuk terus
belajar, terimakasih juga telah mengajarkan apa itu berharap, apa itu berjuang,
apa itu menunggu dan apa itu gagal. Masih ada sekitar empat kesempatan kedepan
untuk bertemu, atas ijin siapapun sampai jumpa di kesempatan hebat berikunya,
see you.
28 Agustus 2020 : Lagi dan lagi
Setelah paginya gagal di Ujian Mandiri
UGM, malamnya masih ada pengumuman ujian mandiri UNY, belum siap menghadapi
realita sesunguhnya namun waktu menuntun untuk menghadapi. Hari itu adalah
pengumuman ujian mandiri UNY, aku memilih untuk menggunakan jalur UTBK
dibandingkan dengan harus melakukan ujian lagi, walau kecil kemungkinan untuk
lolos menggunakan nilai UTBK namun jiwa berontak untuk terus mencoba. Malam itu
server sempat down aku memutuskan untuk membuka pengumuman keesokan harinya,
mata terbuka, namun harapan untuk kuliah di UNY tertutup. Lagi dan lagi aku
gagal untuk bisa masuk PTN kali ini, sempat senang karena ada beberapa teman
yang lolos serta cukup sedih karena dalam tahap ini aku gagal sembilan kali dan
belum mendapatkan PTN. Hari terasa berat, begitu pula dengan mimpi yang hamper sekarat.
30 Agustus 2020 : Arah
Menjalani hari dengan biasa, adalah pilihan
saat itu, sembari menunggu hasil pengumunan Ujian Mandiri Universitas Brawijaya
esok hari, tinta mulai memerah di langit, menunjukan hari ini hampir selesai, setelah
menyelam lebih dalam seperti biasa, aku membuka beberap Whatsapp Story milik teman, terlintas di beberapa snap milik teman berisi ungkapan selamat
karena diterima di UB, sempat kaget juga karena harusnya pengumuman baru bisa
dibuka besok namun ternyata sudah bisa dibuka hari ini , bergegas membuka laman
pengumuman namun tak kunjung terbuka, sial, beberapa jam sebelumnya ternyata
masa aktif kuota habis. Lantas meminta sandi teman agar bisa terkoneksi dengan
fitur hot-spot yang dinyalakan. Dengan tergesa aku membuka, terpapar” Selamat
Anda Lolos” sempat tidak percaya karena harus bersaing dengan 83.000 pendaftar
demi menempati sekitar 5000 kursi, aku mencoba membuka berkali-kali, namun
hasilnya sama, lolos.
Sujud syukur terlaksana malam itu, sujud
yang telah lama aku nantikan setelah serangkaian kegagalan yang aku lalui
ternyata masih ada PTN hebat yang masih mau menerima dengan segala
kekuranganku. Setelah melakukan konfirmasi untuk diambil atau tidak aku tinggal
menunggu waktu daftar ulang. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk memilih
UB sebagai tempat belajar selanjutnya, menyusun beberapa mimpi baru, merangkai
beberapa bagian yang terkumpul, serta melengkapi beberapa bagian yang rumpang. Terimakasih Brawijaya telah hadir menjadi kompas penunjuk arah di perjanan bernama Agustus.
Tanpa aku sangka sebelumnya Agustus 2020
memberikan pelajaran hebat, beberapa bagian dari Agustus ada hal yang tidak
diharapkan, beberapa bagian dari Agustus ada hal yang tak pernah terpikirkan
dan beberapa bagian lagi dari Agustus ada hal yang harus direlakan. Serumit itu
ternyata Agustus hadir di tahun ini, terimakasih telah mengajarkan apa itu
sesungguhnya menunggu, apa itu sedih, apa itu kecewa, apa itu berharap, apa itu
gagal dan apa itu berhasil. Teringat, tak terlupa.
Setelah itu sebenarnya masih ada kegagalan
yang saya temui, yaitu gagal Ujian Mandiri UNS gelombang II pada tanggal 7
September 2020
Perlu kita pahami, bahwasanya keterima SNMPTN itu biasa, keterima
pilihan dua SNMPTN itu biasa, nggak keterima SNMPTN itu biasa, keterima SBMPTN
itu biasa, keterima pilihan dua SBMPTN itu biasa, nggak keterima SBMPTN itu
biasa, keterima ujian mandiri itu biasa, keterima pilihan dua ujian mandiri itu
biasa,nggak keterima ujian mandiri itu biasa,kuliah di kedinasan itu biasa,
kuliah di PTKIN itu biasa, kuliah diswasta itu biasa, memilih gap year dan berjuang lagi tahun depan
itu biasa, nggak kuliah itu biasa, memilih lanjut ke LPK lalu bekerja itu
biasa, lulus SMA langsung kerja itu biasa, atau lulus SMA nggak ngapa-ngapain
itu biasa, yang membedakan adalah rasa syukur yang terucap atau tidak, Allah
punya segalanya, tapi Allah hanya memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa
yang kita inginkan. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita, selama kita
sudah membumikan ikhtiar dan selalu melangitkan doa maka hanya rasa syukur yang
pantas kita ucap setelah semua hal terjadi.
Yang terpenting kita harus terus mengejar
walau kadang yang dikejar lari, kita harus terus mencari walau kadang yang
dicari hilang, kita harus terus berlari walau garis akhir kian pudar, hingga
pada akhirnya kita harus terus menunggu walau yang ditunggu tak kunjung dating.
Hidup adalah bagian dari perjuangan, 2020 masih ada, begitu pula dengan segala
mimpi dalam diri kita, percayalah.
Terimakasih harapanmu yang besar, mimpimu yang tinggi, dan
jiwamu menggebu meraihnya. Tapi kadang hidup itu memang tidak selalu tentang
yang kamu inginkan. Kadang kamu akan sejenak terhenti. Sesekali terjatuh.
Sering kali kamu jauh di belakang orang lain. Timeline mu berbeda. Jalurmu
berbeda. Pijakanmu berbeda. Dan mungkin "tinggi"mu tak setinggi orang
lain. Mungkin Allah sedang mengajarimu untuk bersabar. Mungkin Allah sedang
mengingatkanmu untuk bersyukur. Mungkin Allah sedang menginginkanmu datang
berdoa kepadaNya. Memohon dan berharap kepadaNya. Kadang kamu merasa sudah
melakukan segalanya, padahal tidak, belum sekuat tenagamu. Mungkin Allah
menginginkanmu untuk lebih berhati-hati dan tidak lagi terburu-buru. Atau
mungkin, Allah punya rencana lain yg lebih baik dari yang kamu inginkan. Allah
akan memberikanmu sesuatu yang kamu butuhkan di waktu yg terbaik. Sabarlah.
Sedikit lagi bersabarlah. Jika kamu ga kuat, bertahanlah. Bangkitlah, terus
berjalan, dan jangan berhenti! Tetaplah berusaha, berdoalah. Karena Tuhanmu,
tak akan meninggalkanmu. Dia selalu didekatmu. Karena Tuhanmu, akan selalu
menuntunmu.
Berbaliklah padaNya. Dan suatu hari kamu
akan tersenyum dan berkata, "Oh ini ternyata". Lalu kamu akan
bersyukur akan hari ini. Percayalah, seperti hari sebelumnya kamu kecewa, lalu
kamu akan menangis sejadijadinya. Tapi di suatu hari kamu akan sanggup untuk
mentertawakannya, dan berubah jadi kamu yang lebih hebat.
Cuma mau bilang, untukmu yang membaca ini
kala matahari dibawah ,malam sudah jatuh ke jurang dinihari, namun mata indahmu
masih membaca barisan huruf ini, aku tahu. Kau satu dari beberapa hal ajaib di
dunia,satu dari sedikit yang istimewa. Untukmu yang membaca ini kala matahari
diatas, siang sedang gencarnya merealisasikan ambisi insan, namun aku masih
bisa melihat tatapan sayumu ketika membaca tarian jemari asal dari seseorang
yang sebelumnya sudah atau belum kamu temui.
Salam
Wahana
Tulisan ini sudah selesai pada awal Bulan September, namun aku memilih
melalui proses sedimentasi selama hampir dua bulan untuk hasil yang lebih baik (
28 Okbober 2020)
Ucapakan terimaksih
1. Termakasih
aku ucapkan kepada Allah SWT, tujuan dari segala tujuan
2. Terimakasih
aku sampaikan kepada Rasullah Muhammad SAW, teladan dari segala teladan.
3. Terimakasih
aku ucapkan kepada AL-Qur’an, pedoman dari segala pedoman.
4. Terimakasih
aku sampaikan kepada mama ( Suryanti ) sebagai support system terbaik dalam hidup
5. Terimaksih
aku sampaikan kepada semua guru, baik dari guru masa kanak-kanak hingga SMA,
atau setiap orang yang saya temui hingga patut saya sebut guru
6. Terimakasih
aku sampaikan kepada "Kamu", separuh hidup ini
7. Terimakasih
aku sampaikan kepada seluruh teman-teman hebat yang tidak pernah lelah untuk
keras berjuang, entah teman apapun itu, baik teman di desa, teman
sekolah,mutualan, atau setiap orang yang saya temui hingga layak kusebut
sebagai teman.
8. Terimaksih
juga aku sampaikan kepada seluruh platform belajar yang sangat membatu dalam
pencarian informasi.
Dibawah
ini adalah playlist yang sering melintas di telinga saya pada Bulan Agustus
2020
1.
Sinergi Dalam Harmoni-Anthem PPSMB UGM
2.
Laskar Pelangi-Nidji
3.
Lebih Baik- CJR
4.
Manusia Kuat- Tulus
5.
Evaluasi- Hindia
6.
Secukupnya – Hindia
7.
Evakuasi –Hindia
8.
Rumah Ke Rumah- Hinda
9.
Membasuh – Hindia
10.
Si Lemah- RAN,Hindia
11.
Rehat- kunto Aji
12.
Pilu Membiru- Kunto Aji
13.
Bungsu-Kunto Aji
14.
One only- Pamungkas
15.
Monolog-Pamungkas
16.
Kenangan Manis – Pamungkas
17.
Closure –Pamungkas
18.
Sorry – Pamungkas
19.
Deepr- Pamungkas
20.
Flying Solo- Pamugkas
Semangat, semoga usahamu terus menghasilkan hasil yang terbaik.... Gantungkan mimpi setinggi mungkin, usahakan tanpa ada kata lelah maupun menyerah
BalasHapusTerimakasih, salam hangat
Hapus