Tema : Digital atau Digital Society
Nama :Agung Cahyono Putro (
205120107111015)
Tsana Khairunnisa (205120100111019)
Kelas : B.SOS.1
Teknologi
Sebagai Pembangun atau Penghancur Bumi Pertiwi
Tidak bisa dipungkiri lagi,
saat ini teknologi sudah mulai masuk ke bumi pertiwi mulai dari daerah
perkotaan hingga pelosok negeri. Hadirnya teknologi memberi warna baru dalam
kehidupan masyarakat yang memengaruhi mereka dalam berdinamika dan membentuk
pola baru dalam masyarakat. Banyak hal yang berubah seiring hadirnya teknologi,
ada yang beralih ke arah yang lebih baik, namun ada juga yang justru beralih ke
arah negatif. Dalam opini kami akan coba membahas atau menganalisis secara
sederhana apakah dengan datangnya teknologi dapat membuat negeri ini menjadi
lebih baik atau sebaliknya.
Masyarakat Indonesia sangatlah heterogen,
karena terbentang dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari ribuan pulau, serta
masyarakat yang berasal dari latar belakang agama, suku, dan ras yang
berbeda-beda berdampak pada sulitnya untuk melakukan integrasi pada masyarakat
Indonesia. Selain itu, jika melihat dari sudut pandang ekonomi jelas Indonesia
masih tergolong negara berkembang dan harus terus berbenah untuk bisa bergerak
ke arah yang lebih baik. Untuk berkembang ke arah yang lebih baik tentu masyarakat
harus meningkatkan pendidikan, pemanfaatan teknologi secara masksimal, dan yang
paling utama, kemampuan literasi. Terlebih literasi digital, sampai saat ini
masyarakat Indonesia masih belum memahami urgensi dari literasi digital. Literasi
digital diperlukan agar masyarakat dapat mengambil benefit dan juga dapat
menghindari dampak buruk dari hadirnya teknologi.
Berbicara mengenai dampak
positif teknologi tentu tidak ada habisnya, semua bidang dalam kehidupan
manusia jelas terdampak. Hadirnya teknologi membuat pertukaran informasi antar
individu atau kelompok terjadi lebih cepat. Setelah adanya teknologi informasi,
tidak lagi ada kendala mengenai ruang dan waktu, kita dapat menyampaikan pesan
secara real time dengan biaya yang relatif
terjangkau. Keuntungan lainnya yaitu mempermudah individu untuk menyelesaikan
pekerjaaan. Dengan hadirnya teknologi, masyarakat dapat bekerja secara optimal dan
efisien, sehingga maksimalisasi pekerjaan bisa dicapai. Contohnya, dulu
mengatur dan mengurus berkas sangat rumit dan tidak hemat penyimpanan. Berbeda
setelah hadirnya komputer dan media penyimpanan lainnya yang memudahkan proses
penyimpanan dan pengolahan berkas. Dalam hal pendidikan, tentu teknologi
memiliki andil yang besar dalam pengoptimalan pendidikan. Contohnya dalam
suasana pandemi saat ini yang mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah dan
saling menjaga jarak antara satu sama lain. Kini dengan bantuan terknologi
siswa masih bisa belajar secara daring. Hiburan juga menjadi lebih beragam
dengan hadirnya teknologi, tentu ini berguna bagi masyarakat untuk
menghilangkan penat dalam menjalani kehidupan.
Namun, tidak selamanya
teknologi membawa hal manis ke dalam kehidupan. Dampak negatifnya, secara sadar
ataupun tidak terkandung di berbagai hal. Contohnya adalah nilai praktis dan
efisien yang ditawarkan teknologi. Sekarang kita bisa mudah berkomunikasi
dengan siapapun meskipun terhalang oleh jarak yang jauh. Mencari teman bahkan
memperluas jaringan terasa simpel. Tapi sayangnya tanpa sadar kita tenggelam bersosialisasi
di dunia maya dan bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. Mendekatkan yang
jauh, menjauhkan yang dekat. Ungkapan yang sesuai dengan fenomena sosial ini.
Terkadang seseorang bisa begitu peduli dan kritis mengenai masalah di negeri
seberang, tapi ironisnya tidak peduli mengenai masalah di negerinya sendiri.
Nilai praktis dan efisiensi
tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Kegunaan teknologi ini juga
diambil oleh perusahaan-perusahaan untuk memenuhi prinsip ekonomi produsen. Dunia
industri beralih dari penggunaan tenaga kerja manusia menjadi tenaga kerja
mesin. Biaya yang dikeluarkan mesin produksi dalam jangka panjang juga jauh
lebih murah dibanding tenaga manusia. Bukan berarti tidak mungkin jika suatu
saat manusia kehilangan pekerjaan karena digantikan teknologi.
Bahaya lainnya yang ditimbulkan
oleh teknologi adalah perpecahan bangsa. Penyebabnya yaitu informasi yang
menyebar di kalangan masyarakat Indonesia. Informasi bisa menjadi penguat bangsa
jika digunakan dan dipilah secara tepat. Namun realitanya kurang sesuai
ekspektasi. Pada kenyataannya minat literasi penduduk Indonesia masih sangat
rendah, bahkan berdasarkan data dari UNESCO termasuk kedua terendah dari bawah
mengenai literasi dunia. Tentu saja hal ini berpengaruh besar terhadap
kemampuan literasi digital di Indonesia. Karena kurangnya minat literasi serta
urgensi literasi digital, pengguna internet kurang kritis terhadap informasi
yang diterima tanpa mengetahui kebenarannya. Banyak informasi yang beredar di
masa kini lebih mengutamakan kedekatan emosi dan keyakinan pribadi pembaca. Tidak
hanya itu, lemahnya kontrol sosial di dunia maya juga membawa ancaman. Pengguna
media sosial yang bersembunyi dibalik akunnya dan tidak berhubungan atau
bertatap langsung dengan pengguna lainnya menjadi penyebab rendahnya kontrol
sosial di dunia maya. Hal ini memicu tingginya bullying dan pertengkaran
di media sosial yang beresiko memecah persatuan bangsa.
Sejatinya, dampak yang
ditimbulkan teknologi tergantung pada kemampuan penggunanya. Jika mampu
beradaptasi dengan baik dan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat, tentu
akan mendukung pembangunan negeri. Sebaliknya, jika tidak mampu bersaing dan
menggunakannya untuk hal yang salah, maka teknologi akan menghancurkan negeri
ini. Sebagai mahasiswa, tugas kita tidak hanya sekedar belajar untuk memperkaya
diri dengan ilmu pengetahuan. Namun, juga bertugas sebagai agen perubahan yang berkontribusi
dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa bisa memberi pengaruh seperti
mengedukasi masyarakat, dimulai dari lingkungan sekitarnya mengenai penggunaan
teknologi yang tepat dan meningkatkan kualitas diri agar tidak kalah saing
dengan hadirnya teknologi.
Komentar
Posting Komentar