Nama : Agung Cahyono
Putro
NIM :
205120107111015
Kelas : B-2
Sosiologi Pendidikan
Link Blog :
Joki
Tugas sebagai Barometer adanya Disfungsi dalam
Suatu Sistem Pendidikan
Adanya pandemi Covid-19 membuat
kegiatan pembelajaran harus dilakukan menggunakan sistem daring. Dalam sistem
ini efisiensi dan maksimalisasi teknologi dalam pendidikan terlihat nyata.
Pelajar atau mahasiswa menggunakan teknologi untuk menggantikan pembelajaran
tatap muka yang terpaksa harus dihentikan untuk sementara waktu demi mencegah
penularan virus corona. Dalam
perjalanannya, sistem pembelajaran daring tentu mengalami banyak kendala,
seperti jaringan yang tidak stabil, keterbatasan kuota, serta adanya tugas
lebih banyak diberikan dari biasanya, tentu ini dapat menjadi beban bagi para
pelajar dan mahasiswa. Pembelajaran yang dilakukan di rumah tentu menjadi
tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa, mereka dituntut untuk
bisa membagi waktu antara pekerjaan rumah yang harus mereka lakukan seperti
membantu orang tua dan juga mereka juga harus bisa membagi waktu untuk tugas
sekolah dan tugas kuliah, terkadang pelajar atau mahasiswa cenderung merasa
letih ketika harus berlama-lama didepan laptop untuk mengerjakan tugas,
ditambah terkadang kondisi rumah yang tidak mendukung tentu hal ini menambah
beban tersendiri.
Beban berat yang dirasakan mahasiswa
karena kuliah dan pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan secara seimbang
membuat sebagian mahasiswa memilih jalan tengah untuk mengatasi masalah ini,
yaitu masalah dalam mengerjakan tugas yang berlebih. Sebagian mahasiswa
menggunakan jasa joki tugas untuk meringankan beban tugas yang diberikan dosen,
dengan hanya membayarkan sejumlah uang
tugas mahasiswa bisa langsung mengumpulkan tugas kepada dosen yang sebelumnya
telah dikerjakan oleh para joki tugas. Fenomena adanya tugas ini sudah lazim
pada kalangan mahasiswa, jasa joki tugas banyak tersebar di sosial media, atau
bahkan joki tugas bisa juga teman mahasiswa itu sendiri. Joki tugas hadir
karena adanya permintaan dan penawaran dari sebuah sistem yang ada dalam
pranata pendidikan.
Dalam dunia perkuliahan tugas
merupakan hal yang lazim dalam setiap perjalanan, ada beberapa tujuan dosen
memberikan tugas kepada mahasiswa, pertama yaitu untuk meningkatkan pemahaman
mahasiswa atas materi yang telah diberikan, selanjutnya tugas yang diberikan
dosen kepada mahasiswa untuk melatih time management dari mahasiswa tersebut,
dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikan setelah lulus kuliah nanti.
Adanya joki tugas juga membuat ketergantungan dalam diri seorang mahasiswa,
sehingga terjadi sebuah stagnasi dalam pribadi mahasiswa karena terlalu
bergantung dengan joki tugas, padahal mahasiswa membayar uang kuliah untuk
mendapatkan tugas tersebut yang sebenarnya melatih mahasiswa untuk menjadi
pribadi yang lebih baik.
Kampus merupakan tempat atau sarana
sosialisasi bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang siap untuk menghadapi
dunia pasca kampus. Berbagai dinamika tercipta dalam kampus dan diikuti oleh
mahasiswa, mulai dari pembelajaran dalam kelas, organisasi kampus, seminar
nasional maupun internasional, sampai bagaimana cara menjadi anak rantau karena
mayoritas kampus di Indonesia masih terletak di kota-kota besar. Dinamika ini
hadir dengan problematikanya masing-masing, dan masalah tugas menjadi fokus
pada kesempatan ini. Sistem pembelajaran daring dengan memberikan tugas kepada
mahasiswa tidak sepenuhnya efektif, banyak masalah lain yang muncul karena
adanya tugas yang berlebih ini, dari mahasiswa yang cenderung menutup diri dari
keluarga karena sibuk dengan tugasnya, mahasiswa kehilangan waktunya sendiri,
bahkan banyak mahasiswa yang jatuh sakit karena fisik mereka yang dipaksa untuk
terus menerus mengerjakan tugas. Akhirnya mahasiswa memilih menggunakan jasa
joki untuk menghadapi masalah ini, tentu ini juga merupakan disfungsi dari
suatu sistem pendidikan yang diterapkan, sistem pendidikan yang seharusnya
menjadi tempat sosialisasi untuk mewujudkan keteraturan dalam masyarakat,
dengan adanya tugas berlebih lalu munculah joki yang tidak sesuai dengan tujuan
pendidikan. Perlu adanya peninjauan ulang dari stakeholder terkait masalah ini
guna meminimalisir adanya joki tugas yang berdampak negatif bagi mahasiswa itu
sendiri.
Menurut penulis, joki tugas adalah
cerminan dari rusaknya pendidikan dalam sebuah peradaban. Pendidikan merupakan
aspek utama dalam sebuah negara, suatu negara yang kaya akan sumber daya alam
namun tidak memiliki sumber daya manusia yang mumpuni tentu impian menjadi
negara maju adalah sebuah kemustahilan. Pemberian tugas dalam dunia sekolah
maupun perkuliahan masih banyak yang kurang tepat sasaran, evaluasi secara
detail dalam sistem ini tentu harus dilakukan untuk kebaikan bersama. Dipandang
dari segi moralitas sendiri, adanya joki tugas secara tidak langsung membuat
mahasiswa kurang percaya diri akan kemampuan yang mereka miliki, padahal dalam
dalam diri yang percaya akan kemampuannya akan lahir ide-ide brilian yang
nantinya akan berguna untuk kemajuan bangsa.
Mahasiswa dapat mengambil
langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi tugas yang berlebih apa lagi datang
dalam waktu yang bersamaan, pertama yaitu mahasiswa harus menentukan skala
prioritas dari tugas, mana yang deadline lebih dekat maka harus terlebih dahulu
dikerjakan, selanjutnya mahasiswa juga tidak boleh untuk menunda-nunda waktu
mengerjakan tugas karena kepentingan yang tidak begitu penting, menunda
mengerjakan tugas karena mengikuti rasa malas merupakan faktor utama tugas
segera selesai. Terakhir yaitu mahasiswa harus ingat bahwa ada orang tua yang
bekerja keras untuk membiayai kuliah anaknya, jika mahasiswa merasa berat dalam
mengerjakan tugas, sebenarnya orang tua mereka bekerja lebih keras untuk bisa
menguliahkan anaknya.
Dalam situasi pandemi seperti ini
manusia dituntut untuk adaptif dalam semua lini dengan segala perubahan yang
ada. Sektor pendidikan juga mengalami perubahan dengan karena adanya pandemi
ini, pembelajaran yang awalnya tatap muka secara langsung, kini harus puas untuk
menerapkan sistem daring. Penerapan sistem daring menimbulkan berbagai
problematika baru dalam kehidupan, salah satunya adalah tugas yang berlebih.
Pelajar dan mahasiswa merasa terbebani karena adanya tugas yang terkadang
terlalu banyak, terlebih mereka juga harus membagi waktu antara melakukan
pekerjaan rumah dan menyelesaikan tugas kuliah, akhirnya sebagian dari mereka
menggunakan jasa joki tugas untuk menyelesaikan masalah tugas ini. Hadirnya
joki tugas tentu tidak sesuai dari salah satu fungsi sosialisasi dalam
pendidikan, tugas yang diberikan bertujuan untuk mendidik anak bisa mengatur
waktu dengan baik dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan suatu masalah,
dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan pasca
kampus nanti. Hadirnya joki tugas yang semakin massif di masa pandemi in tentu
harus menjadi perhatian bagi pemerintah, sudah seharusnya stakeholder terkait melakukan evaluasi mengenai sistem pendidikan
yang diterapkan, apakah terjadi disfungsi atau tidak. Dalam menyikapi ini
mahasiswa juga harus kooperatif dan sadar bahwa menggunakan jasa joki tugas
adalah perilaku yang melanggar nilai suatu pranata pendidikan
Daftar
Pustaka :
Aulia,
A. A. (2020, Juni 12). Kumparan.
Retrieved from Mahasiswa dan Fenomena Jasa Joki Tugas:
https://kumparan.com/adinda-angel-aulia/mahasiswa-dan-fenomena-jasa-joki-tugas-1tbHogXHuG2/full
Komentar
Posting Komentar