BIANGLALA
Bianglala
Setiap orang selalu punya caranya masing-masing untuk
hidup, setiap orang juga punya alasan masing-masing untuk terus berjalan. Dalam
setiap langkah dan perjalanan yang mereka tempuh, setiap orang juga tau, mana
yang lebih baik untuk diambil, dan mana yang seharusnya tidak diambil. Aku
dengan cara terbaik sesuai kebutuhanku dan kamu juga dengan cara terbaikmu
sendiri. Kita semua tak sama, menyamakan apa-apa tentang kita dan orang lain
merupakan naif yang disengaja. Kamu berhak melakukan apa yang menurutmu benar,
kamu berhak mengejar apa yang menurutmu pantas dan kamu juga berhak menerima
apa yang menurutmu layak. Pijakan kita beda, dalam beberapa hal kamu lebih
tinggi, tapi untuk beberapa hal lagi orang lain lebih tinggi. Tinggi belum
tentu terbaik, tapi yang kamu miliki saat ini adalah yang terbaik. Ketika kecil
masing-masing dari kita sebenarnya sama, memiliki harapan serta tekad
yang besar bahwa kehidupan kelak akan baik-baik saja. Sederhana namun penuh
cerita, hidup dalam dunia bermain yang hanya terbatas waktu tidur membuat kita
terkadang lalai bahwa masih ada perjalanan panjang yang terkadang sukar untuk
dilalui. Kita semua lupa untuk menyiapkan apa-apa yang dulu kita bisa usahakan
dulu untuk hari ini, hingga pada akhirnya beberapa dari kita menyesal karena
mendapatkan apa yang menurut kita tidak pantas.
Banyak hal datang secara tiba-tiba mirip kamu dengan segala kehangatan tanpa dekapan,
serta sisanya pergi, mirip sepertinya beberapa bulan lalu. Perihal pergi dan
hilang merupakan hal erat yang sulit untuk dipisahkan, saling mengikuti sama
halnya aku dan kamu di media sosial. Pertama adalah pergi, seerat-eratnya
manusia untuk menggenggam apapun yang mereka miliki, ketika yang berkuasa
mengizinkan untuk pergi maka semua akan pergi, tanpa terkecuali tanpa amnesti.
Hanya satu hal kecil yang dapat diambil ketika menemui pergi dalam perjalanan,
yaitu melepaskan, bagi beberapa orang menganggap ini berat, sisanya lebih berat
bagi beberapa orang. Kedua adalah hilang, ketika beberapa dari pergi dapat pulang,
begitu juga hilang juga dapat kembali temu. Namun sebelum temu kita harus
terlebih dahulu berpapasan dengan hilang, ketika hilang datang semua yang kita
miliki sudah lebih jauh dari pergi dan kecil kemungkinan untuk kembali, melepas
saja ternyata tidak cukup, masih ada kata lupa yang lagi-lagi harus kita makan
agar kita dapat berjalan sesuai semestinya.
Pesan ini disampaikan oleh Bianglala gagah namun sepi karena pandemi
Salam Wahana
Komentar
Posting Komentar