Arloji

 

ARLOJI

Pesan tak berujung ini coba aku sampaikan kepada engkau yang sedang tidak tahu mau kemana lagi dan lagi.

        Detik jam yang mirip detak nadimu tak berhenti untuk berputar, tapi tidak untuk perasaanmu padanya yang tak kunjung mengakar. Aku tahu beberapa dari kita hari ini mungkin ingin memutar waktu, mengulang masa lalu yang cantik mirip parasmu di ujung rembulan, atau sekedar ingin kembali ke masa lalu untuk tidak mengulangi kesalahan. Aku tahu beberapa dari kita hari ini ingin untuk menghentikan waktu, hari ini kamu hahagia, mentarimu hangat, senyummu juga sudah terlihat semerbak walau dari kejauhan. Dan aku tahu beberapa dari kita hari ini ingin segera pergi ke masa depan, hatimu sedang remuk redam, matamu sayu, dan pikiranmu tak karuan. Waktu adalah sesuatu yang tak terlihat tapi masing-masing dari kita yakin bahwa itu ada dan kita selalu percaya. Dengan waktu kita telah melewati masa lalu hingga sampai pada hari ini. Dengan waktu kita mungkin kita akan sampai pada masa depan, entah cerah atau antah berantah.

        Sudah menjadi rahasia umum bahwa kita sering mengecewakan masa lalu, mengingat yang tidak perlu serta terus-terusan menggerutu untuk maksud yang tidak tentu. Masa lalu adalah bagian dari hidup kita. Dari situlah kita lahir dan dari situlah kita tumbuh. Beberapa dari kita berusaha untuk melupakan masa lalu, tapi kata penyair ulung masa lalu bukan untuk dilupakan, tapi masa lalu harus dilihat kembali dengan perspektif yang menyenangkan. Membenci masa lalu sama saja membenci dirimu hari ini. Itu cuma bagian belakang, “Sing Uwis Yo Uwis”. Terlalu memperdulikan masa lalu membuat kita lupa akan hari ini. Hal-hal yang kita anggap biasa sebenarnya adalah hal yang luar biasa, bisa sehat untuk beraktivitas, bisa makan dengan enak, bisa membaca tulisan ini sampai selesai, lalu kapan perasaanku bisa kamu baca seutuhnya ?. Apa-apa yang kita miliki hari ini adalah hal yang luar biasa, apapun bentuknya, tapi terkadang kita lupa dan kita baru ingat ketika kita mulai kehilangan.

Sekarang adalah perihal masa depan. Beberapa dari kita khawatir atau bahkan ragu dengan diri kita sendiri. Kamu hanya perlu ingat bahwa yang mengerti tentangmu adalah dirimu sendiri. Yang paham akan arah langkahmu adalah kakimu sendiri, dan yang paham perihal perasaanmu adalah dirimu sendiri. Dunia ini sebenarnya netral dan hatimu adalah cermin bagi kehidupan di depanmu. Sebanyak apapun masalah kalau hatimu Bahagia maka akan baik-baik saja, tapi mau sebanyak apapun anugrah yang kau terima jika hatimu sedang luka maka akan jadi nestapa. Jadilah dirimu sendiri dalam keadaan apapun, kau adalah sosok yang hebat dan luar biasa. Meskipun kau bukan sosok yang sempurna, tapi hadirmu dapat menyempurnakan orang lain. Waktu itu penting, berbahagialah untuk hari ini, esok dan seterusnya. Semoga semestamu cerah dan senyummu terus merekah.

Salam Hangat

Wahana

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN PANJANG

ABADI

TEPAT WAKTU