GAGAL LAGI
GAGAL LAGI
Dulu kala, ketika kita belum
sampai di titik ini, banyak orang bilang kalau seseorang yang tidak memiliki
tujuan adalah orang yang gagal. Hidup kita dulu hanya sebatas bangun tidur,
beranjak ke sekolah, bertemu rekan sejawat serta bertemu denganmu di lorong
sekolah. Tuju yang kita miliki juga belum jelas, kita terlalu mesra untuk terus
memeluk rutinitas. Kalau kata Tulus ujian terberat kala itu hanya matematika.
Kehidupan terus berjalan, pikiran serta perasaan juga terus berkembang.
Masing-masing dari kita mulai memiliki tujuan, menuruhnya dengan hebat serta
mengucapnya dengan taat. Satu-satu dari tujuan kita tak beranjak temu, malah
sebagian dari itu mati dilibas waktu. Kita mulai paham, bahwa kita tidak bisa
mencapai semua tujuan yang telah kita tentukan. Kita mulai tahu kata gagal,
mengenalnya dengan asing dan ditemuinya tanpa permisi.
Susunan literasi menjadi
landasan bahwa dalam kegagalan kita masih bisa untuk berpura-pura baik saja.
Rehat sejenak lalu melanjutkan langkah hebat berikutnya. Mengambil pelajaran
dari kegagalan, mengenal lebih jauh dari kegagalan, serta mencintai dengan
mustahil perihal kegagalan. Setelah paham dan sempurna akhirnya kamu mencoba,
dengan harapan yang lebih cerah dan landasan yang lebih kokoh hatimu dengan
gagah menatapnya. Ternyata ujungnya sama kata gagal yang dulu kamu temui kini
bertamu kembali dalam kehidupanmu, lagi-lagi tanpa permisi. Lantas engkau
bertanya apa yang salah perihal langkahmu. Apakah terlalu terburu-buru ? Apakah
ini bukan jatahmu ? atau apakah ini tidak layak untukmu ?. Cuek dengan berbagai
pertanyaan yang muncul dalam benak dan pikiran, intinya kamu masih gagal.
Bahkan kamu tidak tahu apakah dirimu sendiri yang salah. Berpikir bahwa kita
yang salah tapi kita merasa bahwa kita telah melakukan yang tepat, berpikir
bahwa kita benar tapi mengapa ujungnya masih sama. Pertanyaan besar untuk
dirimu yang sedang berkecil hati.
Kembali bangun dari ranjang
kegagalan yang kau dekap tiap malam, kau berani memutuskan untuk bangkit.
Dengan segala resiko yang bisa diterima kau memutuskan untuk terus maju,
berharap menjalani hari lebih bermakna, dan berusaha menghindari kesalahan tapi
terlena. Hingga pada akhirnya kau kembali untuk mengambil resiko bahwa kau
yakin dan kau percaya dirimu adalah sosok yang hebat, lahir dari lika-liku lama
yang membuat kamu lebih tau mana jalan terbaik untuk dipilih. Menghela nafas
panjang, dan akhirnya kau gagal lagi.
Hari ini
mungkin kau tak tau apa yang membuatmu masih jatuh dalam luka yang sama. Apakah
pepatah lama yang mengatakan bahwa berusaha memperbaiki kesalahan sama saja
dengan mengulangi kesalahan masih berlaku untuk dirimu saat ini. Bila masih
terjadi di hari ini aku harap tidak di esok nanti. Perasaanmu terus bergerak
untuk menemukan terbit tercerahnya, hatimu terus berpacu untuk mencari jalan
keluar terindahnya, dan pikiranmu terus bernafas untuk untuk ragamu yang mulai
ragu akan perjalanannya. Teruslah berjalan, apapun yang telah kamu lewati
adalah masa lalu yang tidak bisa direngkuh, gagal yang kau terima adalah bumbu
manis untuk langkahmu di hari esok, dan sakit yang kamu alami adalah luka
terindah yang menimbulkan luka goresan tak lekang. Selamat menjemput
kegagalan-kegagalan selanjutnya, jika kata berhasil yang kau tuju tidak kunjung
menjadi temu, setidaknya masih ada semesta yang siap mendengarkan ceritamu.
Teruslah melangkah karena di ujung jalan ada senyum mamamu yang menanti keberhasilanmu tanpa ragu.
Salam Wahana
Komentar
Posting Komentar