Dunia Adalah Opera

 

DUNIA ADALAH OPERA

Kita semua adalah pemain dalam sebuah opera, dari milyaran manusia mengapa engkau yang harus menjadi pemeran utamanya?. Lantas bagaimana dengan diriku yang terus menerus akan menjadi penonton?. Mengagumimu dari kejauhan dan menatapmu dari kegelapan.


Dalam riuh tepuk tangan penonton dan hangatnya senyuman ribuan orang, dengan bangga kau menundukan kepalamu. Kembali membumi dengan arti bahwa setinggi-tinggi kita terbang pasti akan kembali. Selamat telah menjadi pemeran utama yang hebat, menciptakan cerah dalam dekapan gundah, serta menuntun berbagai langkah yang mulai kehilangan arah. Sosok sepertimu layak dan pantas untuk terus-menerus mendapatkan gelar pemeran utama dalam sebuah opera. Membawakan peran dengan elegan, menari dalam imajinasi yang sangat menawan. Selamat sekali lagi telah berhasil menjadi pemeran utama di hadapan banyak orang. Lantas setelah selesai bagaimana apakah engkau masih akan menjadi pemeran utama dalam opera selanjutnya? apakah kau akan duduk disampingku untuk ikut menonton pertunjukan opera berikutnya? atau mungkin kau akan menjadi sosok hebat di belakang panggung, yang hadirnya tidak nyata tapi mantranya selalu memberikan makna?. Entahlah, tapi yang jelas kehidupan adalah sebuah opera, ibarat kontes mencari perhatian atau sayembara peneman kesepian, kita sebuah adalah manusia yang hidup bagai dalam sebuah opera.

Kau adalah pemeran utama dalam sebuah opera, aku juga sebuah pemeran utama dalam sebuah opera. Kita bermain dalam opera kita masing-masing, kita berjalan sesuai dengan sandiwara kita masing-masing. Dalam sebuah opera pemain akan selalu memberikan yang terbaik untuk penonton dan dirinya sendiri. Senyuman, tepuk tangan, dan selalu dibanggakan merupakan representasi kecil imbalan yang didapatkan seorang pemain opera dalam sebuah pertunjukan. Mereka melalui sebuah proses yang panjang sebelum berni untuk naik panggung, ada Latihan yang harus ditempuh, ada naskah yang harus dihafalkan, dan ada peran yang terus-menerus harus didalami. Semua dilakukan untuk mendapatkan perhatian, tidak lebih dan tidak kurang.

Lantas apakah hari ini kita benar-benar sedang bermain dalam sebuah opera? apakah kita sadar bahwa kita hari ini menjadi pemeran utama dalam opera kita sendiri?.

Dunia dan manusia adalah entitas yang tidak dapat dipisahkan, narasi itu akan terus mengalir sampai terbenam mentari di paling akhir. Jika kita adalah sama-sama sebagai pemain dalam sebuah opera lantas siapa yang menjadi penontonnya? lantas siapa yang akan menilai penampilan kita?. Dalam sastra lama mengatakan bahwa dunia adalah sebuah panggung sandiwara. Semua orang berhak memaknai apa yang terkandung dalam narasi itu. Masing-masing dari kita memiliki banyak peran. Menjadi paling baik di hadapan orang tua, menjadi paling gila di hadapan sahabat, menjadi paling hangat di hadapan orang yang kita sayang, menjadi paling lupa dihadapan masa lalu, dan menjadi paling tersakiti di hadapan gebetanmu. Tapi bukan tentang itu, kita semua adalah pemain dalam sebuah opera bernama dunia yang sedang asik disaksikan dengan Tuhan. Jika tujuan kita membuat penonton tersenyum, apakah hari ini kau telah membuat Tuhan tersenyum dengan peranmu? atau malah sebaliknya?. Ya, pada ujungnya kehidupan di dunia adalah konstruksi dari manusia untuk mendapatkan perhatian dari Tuhannya, karena hanya dengan mendapatkan perhatianNya kita mendapatkan apa yang kita pintakan kepadaNya. Jika membuat Tuhan perhatian dari kita adalah tujuan akhir dari peran yang kita mainkan, apakah kita hari ini telah menjalankan apa yang Tuhan perintahkan?

Agung C P

Karanganyar, 26 Januari 2023

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN PANJANG

ABADI

TEPAT WAKTU