Jalan Menuju Allah

                                                                     Jalan Menuju Allah

Terkadang jalan yang kita tempuh tidak selalu lurus dan mulus, terkadang juga setapak yang kita injak bisa jadi malah membuat kita jatuh dan tersungkur. Banyak jalan menuju Allah, banyak makna pulang yang bisa kita pilih dan kita tempuh. Allah selalu punya caranya sendiri untuk membawa kita kembali pulang, dalam dekapan Allah, jangankan pinta, semesta dan seisinya layak menjadi milikmu.

Kita semua tahu bahwa Nabi Nuh adalah sosok yang sabar luar biasa, beliau mendedikasikan 500 tahun dalam hidupnya untuk berdakwah. Dalam rentetan abad yang beliau lalui kita semua tahu bahwa pengikut beliau hanya segelintir orang. Sampai akhirnya pada titik dimana Allah memberikan banjir bandang yang begitu besar kepada umat Nabi Nuh, hanya pengikutnya saja yang selamat. Mereka melanjutkan hidup dengan bahagia dalam ketaatan kepada Allah.

Bagi mayoritas orang, anak adalah sosok yang selalu disanjung dan datangnya selalu dibanggakan. Apapun yang orang tua lakukan adalah bentuk pengorbanan kepada anaknya. Ibrahim yang hidup ratusan tahun yang lalu diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Apakah ada orang tua yang tega untuk menyembelih anaknya sendiri? lantas bagaimana dengan Ibrahim?. Ibrahim adalah sosok yang taat, beliau yakin dan percaya bahwa apa yang telah Allah perintahkan adalah yang terbaik untuk semuanya. Dalam wujud ikhlas level tertinggi akhirnya Ibrahim bergegas untuk menyembelih anaknya yaitu ismail. Begitu cintanya Allah kepada hambanya sampai akhirnya anaknya digantikan oleh seekor domba. Tersirat makna bahwa apapun yang kamu miliki sekarang sesungguhnya hanyalah titipan, Ismail mungkin adalah hartamu, Ismail mungkin adalah jabatanmu, Ismail mungkin adalah semua bentuk bahagiamu, lantas apakah kita semua siap bahwa sewaktu-waktu Allah meminta kembali semua titipan yang kita miliki hari ini?

Ratusan tahun yang lalu Musa hidup dalam kekuasaan raja serakah bernama Firaun. Sombong setinggi langit dan menganggap bahwa dirinya lebih baik dari Tuhan sampai akhirnya tiba di suatu titik Musa dikejar oleh pasukan raja tersebut. Tongkat dilempar lalu lautan terbelah, lantas musa bergegas berjalan dan raja yang mengikutinya tenggelam dalam lautan. Allah selalu memberikan pertolongan dalam apapun yang kita hadapi, Allah selalu memberikan jalan dalam setiap masalah.

Masing-masing dari kita pasti memiliki masalah tersendiri, masing-masing kita pasti memiliki keluh tanpa henti. Allah akan selalu hadir dalam menjemput keluh kita, Allah akan selalu datang menemui pinta kita. Kita bukanlah nabi yang selalu kuat dan taat ketika menemui masalah atau musibah, kita juga bukanlah sahabat yang selalu patuh dan memiliki militansi tanpa henti. Tapi kita adalah manusia biasa yang selalu berusaha memperbaiki dari hal kecil setiap hari. Jalan yang kita tempuh mungkin berbeda, tapi muara kita sama yaitu Allah.

Tiba semua di ujung Ramadan, tidak ada kalimat yang pantas terucap selain maaf dan terima kasih. Ramadan maaf ya atas segala bentuk ibadah yang belum sempurna, maaf atas segala lupa karena urusan dunia, maaf atas segala amarah yang terkadang tidak terarah, maaf atas semua salah yang diperbuat, maaf atas segala hal buruk yang aku lakukan di bulan ini, maaf belum bisa menemuimu dengan versi terbaikku. Terima kasih telah hadir dalam kehidupan di tahun ini, terima kasih telah hadir untuk menjadi alasan terus memperbaiki, terima kasih telah menjadi alasan untuk terus menjadi lebih baik lagi. Sampai bertemu di tahun depan ya, semoga Allah mempertemukan kita lagi. Aku akan terus berjanji untuk menemuimu dalam versi yang lebih baik lagi

 

Agung C. P

Karanganyar, 19 April 2023

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN PANJANG

ABADI

TEPAT WAKTU