BISA JADI ALLAH MERINDUKANMU
BISA JADI ALLAH MERINDUKANMU
Allah selalu
punya caranya sendiri untuk memanggil hamba-Nya pulang.
Dalam sebuah
perjalanan panjang yang kita lalui, terkadang kita menyadari bahwa apa yang
sedang kita kejar tak kunjung kita dapatkan, bahkan beberapa hal yang telah
kita punya sebelumnya, kini hilang entah kemana. Manusia adalah entitas egois
yang selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dengan
berbagai cara dan dengan banyak usaha. Gadget rilisan terbaru menjadi
pintamu setiap malam, mobil mewah adalah tujuan dari segala susah payah, gelar
yang tinggi adalah pencapaian yang kau kejar mati-matian, dan saldo rekening
yang banyak terkadang menjadi alasanmu untuk senang, tapi apakah semua itu bisa
membuatmu tenang?
Bermimpi,
berjuang, dan berdoa adalah ritual yang wajib. Berupaya untuk membahagiakan
orang tercinta, membantu orang lain, membagi sedikit ilmu yang kita punya tentu
merupakan kegiatan mulia bagi manusia. Dalam prosesnya terkadang kita tidak
diantarkan langsung untuk mendapatkannya, perlu proses panjang, perjuangan yang
keras, serta hati yang ikhlas. Berdamai dengan kata ikhlas adalah hal yang
sulit bagi manusia dewasa, meskipun paham tentang Ikhlas sudah kita pahami dari
kecil tapi tentang implementasinya terkadang kita masih kesulitan. Mimpi-mimpi
yang dulu kita miliki seakan hanya menjadi taman memori yang tumbuh abadi dalam
pikiran, mencapainya sekarang adalah kemustahilan. Mimpi yang dulunya kita
perjuangkan mati-matian, kini ternyata mimpi itu bertransformasi menjadi
realita dewasa yang terkadang sulit untuk diterima. Maka dari itu, menjadi ikhlas
adalah menjadi manusia seutuhnya.
Lantas
apakah kita boleh untuk bermimpi?
Bermimpi
tentu hal yang sangat boleh untuk dilakukan, asalkan mimpi yang dimiliki adalah
mimpi yang mulia untuk dirinya dan orang lain. Fokus di sini adalah dalam
memperjuangkan impian yang kita lakukan sisakan ruang ikhlas di hati kita
semuanya. Mimpi yang telah kita susun rapi terkadang berantakan mirip kisah
asmaramu, jalan yang telah kau pilih ternyata adalah jalan yang terjal dan
salah. Dalam menghadapi situasi tersebut terkadang kita merasa sedih, dilema
atau gundah gulana. Sifat semacam itu tentu merupakan sifat alami dari manusia.
Beberapa manusia gagal menerima kegagalan yang mereka temui, namun beberapa
manusia lainnya juga sukses menjadikan kegagalan tersebut untuk batu loncatan
menuju kemenangannya. Ketika kegagalan adalah hal biasa dan telah menjadi teman
dekat dalam hidup, kedepannya kita akan lebih berhati-hati dalam melangkah,
lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan, dan tentunya akan lebih
berhati-hati dalam menaruh hati.
Cerita yang
telah kita lalui sampai saat ini adalah bagian paling penting dalam pelajaran
hidup. Apa artinya jika hidup hari ini lebih buruk dari kemarin, dan hidup
besok lebih buruk dari hari ini. Bermimpi adalah cara terkecil kita untuk terus
hidup, bagaikan secercah cahaya dalam temaram, mimpi akan terus tumbuh dalam
hati kecilmu, dia tidak akan pernah mati, jika dia hilang nantinya juga
berganti. Sesusah apapun jalan yang kau tempuh, jangan pernah lupakan Allah
untuk berlabuh. Sederas apapun air mata yang mengalir di pipimu, jangan pernah
berhenti yakin bahwa Allah selalu menyertai.
Jika gembira
hanya menjadikanmu untuk terus bersulang, mungkin Allah menjadikan sedihmu
sebagai panggilan pulang. Kembali bersujud, kembali percaya, dan kembali
meyakini bahwa Allah akan selalu ada.
"Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan."
Q. S Al-Insyirah Ayat 5-6
Agung C. P
Malang 20 Maret 2023
Komentar
Posting Komentar